Archive for July, 2009

Ride Bike

Posted by Fredy Susanto on 29th July 2009

Kabar baik untuk pecinta sepeda, karena majalah Ridebike kini telah hadir untuk memuaskan nafsu kalian semua mengenai sepeda. Dengan Edisi perdana, edisi spesial sepeda lipat (seli), mulai dari review, harga, modifikasi, hingga tempat-tempat yang oke untuk berburu seli. Ride bike, ride your life!

Posted in Uncategorized | 7 Comments »

Pemerintah, kutunggu janjimu

Posted by Fredy Susanto on 29th July 2009

Saat tidak digas, mesin pembakaran mati dan tenaga baterai mengambil alih

Saat tidak digas, mesin pembakaran mati dan tenaga baterai mengambil alih

Menjelang International Motor Show (IIMS) yang diadakan sejak Jumat 24/7 di Jakarta International Expo Kemayoran, saya sangat penasaran mengenai mobil hybrid yang konon kabarnya akan lebih banyak dipamerkan dibandingkan tahun lalu. Seperti Toyota Prius generasi 3 yang konon kabarnya akan segera dipasarkan di Indonesia sebagai mobil Hybrid yang paling mutakhir di kelasnya.

Saya masih ingat saat SBY Boediono mengumbar janji mereka saat kampanye lalu yang akan memotong import duty agar harga jualnya lebih terjangkau. Kini saya menunggu bukti dari janji mereka jika telah resmi menjadi capres cawapres baru mengenai pajak mobil hybrid. Mobil hybrid sampai saat ini masih dikenakan pajak barang mewah yang tentunya akan membandrol harga jualnya. Toyota Prius sendiri dipasaran Indonesia berkisar antara 500 jutaan.

Keringanan pajak mobil hybrid memang jauh lebih menguntungkan dibandingkan jika pemerintah harus menyubsidi BBM yang tiap tahun konsumsinya semakin besar. Andai kata pemerintah serius mengenai pengurangan emisi karbon dan pemanasan global -seperti yang digembargemborkan saat menjadi tuan rumah konferensi iklim di Bali lalu, maka sudah saatnya mobil hybrid ditargetkan menguasai pasar nasional menggantikan mobil-mobil konvensional di beberapa tahun mendatang.

Apalah arti pengurangan pajak mobil hybrid dibandingkan berkurangnya jumlah subsidi BBM yang menghemat devisa, berkurangnya emisi karbon sumber pemanasan global yang mampu menenggelamkan kepulauan kecil Indonesia, pengurangan polusi yang akhirnya menyehatkan warganya hingga beban anggaran untuk kesehatan tidak begitu tinggi. Sehingga subsidi tersebut dapat dialihkan kepada masyarakat miskin. Hal ini tentu saja mematahkan stigma yang menganggap pengurangan pajak mobil hybrid hanya menguntungkan masyarakat kaya.

Memang pada dasarnya mobil hybrid di pasaran dunia memang masih tergolong untuk kelas menengah ke atas, tetapi tidak ada salahnya jika pemerintah menargetkan misal 10% dari kelas menengah ke atas di indonesia menggunakan mobil hybrid di beberapa tahun mendatang, tentu berdampak signifikan. Mengajak masyarakat kelas atas mengurangi emisi karbon tidak mungkin beralih menggunakan angkutan umum atau sepeda, tetapi lebih jitu jika mampu “merayu” mereka beralih ke mobil ramah lingkungan. Karena dampak perubahan iklim akibat pemanasan global yang merasakan adalah semua makhluk dibumi, tak terkecuali petani yang gagal panen akibat kemarau panjang, nelayan yang tidak dapat melaut akibat badai, dan berbagai mikroba laut yang terancam punah hingga menganggu ekosistem laut.

Pemerintah, kutunggu janjimu.

Posted in Uncategorized | 4 Comments »

Mengisi Liburan dengan Bersepeda ke Bogor

Posted by Fredy Susanto on 21st July 2009

Di depan Istana Bogor

Senin 20 Juli lalu saat saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan mengisi liburan pasca ledakan Bom JW Marriot dan Ritz Carlton— sebelumnya saya ikut turut berduka cita kepada keluarga korban. Sampai akhirnya Gusur dari redaksi Intisari mengajak saya untuk bersepeda ke Bogor.

Saya pernah bersepeda ke Bogor bersama teman-teman Kompas Gramedia Cyclist dengan rute yang sama. Peserta saat itu sekitar 20 orang. Kali ini, saya hanya berdua dengan Gusur (entahlah ada apa dengan teman-teman yang lain, mereka tidak merespon ajakan saya). Dimulai dari tempat start di Cilandak Town Square, lewat Pangkalan Jati - PancoranMas - Susukan - Citayam - Cilebut terus hingga ke Bogor dengan total jarak kurang lebih 40-an kilo.

Yang menyenangkan adalah rute yang kami lewati memasuki perkampungan, selain sepi dari kendaraan bermotor, medan jalan di perkampungan agak sedikit offroad sehingga agak menyenangkan saat membawa MTB. Hebatnya Gusur yang membawa Giant Halfway (sepeda lipat ukuran ban 20″) berhasil membuat saya pontang-panting saat berusaha mengejarnya. Saat medan offroad MTB saya menang, tapi begitu memasuki jalur onroad— apalagi jalannya cenderung naik dan menanjak, saya jauh tertinggal.

2,5 jam tempo waktu yang kami tempuh hingga sepeda kami parkir di depan gerbang Istana Bogor. Saya tidak tahu apakah itu tempo waktu yang normal atau tidak untuk bersepeda ke Bogor. Di Bogor pun kami tidak lama, selepas makan siang di Taman Kencana kami langsung kembali ke Jakarta dengan naik kereta. Tapi yang pasti bersepeda ke Bogor merupakan wisata murah meriah yang jauh lebih menyenangkan dibandingkan jika saya harus menghabiskan waktu liburan ke mall.

Posted in Uncategorized | 5 Comments »