Menikmati sepeda di Cilacap (3) Pesona Kemiren
Posted by Fredy Susanto on September 16, 2009
Setelah menempuh 54 kilometer dari Purwokerto, akhirnya kami pun sampai di gerbang kota Cilacap. Senang, ditambah semangat karena kaki ini terasa tidak sabar menyentuh Pantai Kemiren yang terkenal di Cilacap. Saat itu hari sudah senja, mungkin sekitar jam 17.00 WIB. Udara di Cilacap saat itu terasa dingin, karena pada musim-musim tertentu angin dari samudra Hindia membawa suhu dingin.

Pantai Kemiren begitu indah, pasirnya memang lebih hitam karena banyak mengandung besi. Sepanjang mata ini memandang, garis pantai tidak dikapling-kapling seperti di Anyer. 100% merupakan pantai publik yang dinikmati oleh masyarakatnya. Sungguh ironis mengingat di Jakarta sendiri masyarakatnya tidak bisa menikmati pantai publik secara gratis, kehilangan haknya sebagai masyarakat yang hidup di pesisir.
Jika anda berkunjung ke Cilacap, pastikan untuk singgah di Teluk Penyu yang tidak jauh dari pantai Kemiren. Karena letaknya di teluk, ombaknya relatif lebih tenang. Teluk Penyu merupakan pusat wisata pantai Cilacap, disini banyak restoran seafood, toko cinderamata dan jasa penyebrangan menuju Nusakambangan. Untuk menyebrang ke Nusakambangan cukup merogoh kocek Rp.10.000,-.
Karena hari sudah larut, kami memutuskan untuk kembali ke pantai ini besok, dan bergegas menuju ke hotel.
Bersambung….

