Cinderella Jalanan

Posted by Fredy Susanto on February 1, 2010

Sudah lama sekali frame sepeda balap tua itu teronggok di gudang rumah. Sedari saya kecil frame itu sudah ada di sana, karatan dan tidak tahu akan diapakan. Itu adalah sepeda balap tua pemberian dari teman Ayah saya yang bahkan mereknya saja saya lupa ( karena tidak sempat saya foto). Semenjak fork sepeda itu patah, otomatis nasibnya menjadi salah satu penghuni gudang rumah kami. Mungkin suatu saat akan berakhir di tangan tukang loak. Sampai sebulan lalu Imam, dari redaksi Ridebike mengajak saya membuat sepeda fixie dengan budget murah meriah (maksimal 1,5 juta), terbersit ide untuk membangun kembali si buruk rupa yang teronggok di gudang ini menjadi cantik kembali.

Fixie (fixed gear), yang artinya sepeda dengan sistem gear roda belakang mati. Sistem ini biasa disebut doltrap atau roda gila, kemana pun roda berputar pedal akan mengikutinya baik itu maju ataupun mundur. Sepeda yang menggunakan doltrap dapat berjalan mundur jika digowes terbalik, sistem ini dimiliki oleh rodeo (sepeda roda satu) dan becak. Jadi untuk rem, kita harus memundurkan pedal sekuat mungkin. Kelemahan dari doltrap adalah saat sepeda melaju dengan kencang, pedal akan berputar sama kencangnya hingga akan susah untuk diberhentikan. Sepeda fixie jenis ini biasanya dilengkapi rem depan.

Seiring dengan selera dan kesukaan sepeda fixie dimodifikasi dengan mengunakan torpedo. Torpedo lebih mudah digunakan dibandingkan doltrap, karena saat ban berputar pedal tidak ikut berputar kecuali jika digowes, dan jika digowes mundur akan mengunci roda sehingga berhenti.

Ada juga hub dengan sistem flip flop. Ini merupakan sistem doltrap dan torpedo dalam satu hub yang dapat diubah-ubah sesuai keinginan hanya dengan membalikkan ban (wheel set).

Jenis hub yang dipakai sepeda pada umumnya di dunia menggunakan jenis free wheel . Jika digowes maju maka roda akan maju, jika digowes mundur tidak berpengaruh terhadap putaran roda, dan menggunakan rem untuk menghentikan roda.

Mengapa diubah menjadi fixie? Mengapa tidak dijadikan sepeda balap saja? Itulah salah satu pertanyaan teman saya. Alasannya karena membangun fixie jauh lebih murah dan tidak memerlukan spare part mahal, berbeda jika saya membangun sepeda balap dengan part yang berkisar ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Bagaimana mengeremnya? Dengan digowes mundur. Itulah ciri khas sepeda fixie, dalam hal ini kita harus terbiasa mengerem sepeda dengan digowes mundur, namun demi keamanan tidak ada salahnya juga menambahkan rem depan.
Mengapa single speed? karena torpedo, atau pun doltrap tidak dapat menggunakan cassete sebagai salah satu syarat sepeda multispeed, (meskipun ada internal hub 3 speed yang menggunakan sistem torpedo) selain itu, karena sepeda fixie bersifat minimalis. Bersih tanpa ada kabel sedikit pun.
Mengapa harus merakit sendiri? Karena jauh lebih murah jika kita merakit sendiri. Beberapa merek sepeda seperti Specialized atau Giant mengeluarkan sepeda fixie yang harganya terlampau mahal dibandingkan jika kita merakitnya sendiri dari sepeda tua yang anggarannya dapat diatur sesuai kemampuan kita.
Haruskah dari frame sepeda balap?Pada umumnya iya, tetapi frame sepeda gunung pun dapat diubah menjadi fixie. Karena sepeda fixie akan terlihat cantik menggunakan pelek 700 (pelek sepeda balap), maka lebih mudah jika awalnya dimodifikasi dari sepeda balap.
Apakah harus dari frame besi? Karena umumnya sepeda fixie dimodifikasi dari sepeda tua yang masih terbuat dari besi agar mudah untuk di las dan dibentuk, lagipula sangat sayang jika Anda memiliki frame balap dengan bahan alumunium atau karbon diubah menjadi fixie (lebih baik tetap menjadi sepeda balap).
Amankah memakai fixie? Carilah bengkel fixie yang berpengalaman. Sepeda fixie meskipun ringan namun tidak dirancang untuk kecepatan. Selain karena single speed, doltrap atau torpedo agak susah jika harus rem mendadak, karena itulah demi keamanan dapat menambahkan rem depan. Frame sepeda fixie juga tidak sekuat sepeda gunung saat menghajar lubang dengan kecepatan tinggi. Jika ingin kecepatan, Anda lebih baik memakai sepeda balap.

Frame karatan itu pun akhirnya diangkut ke salah satu bengkel sepeda fixie di daerah Kebayoran Lama. Bengkel yang awalnya bengkel vespa ini, belakangan menjadi bengkel sepeda fixie karena banyaknya permintaan. Dengan dimodifikasi frame dan di cat ulang, kemudian saya membeli beberapa part sepeda dengan harga miring di Taman Sari, total pengeluaran hanya sekitar Rp.1.200.000,-.

Bagi Anda yang memiliki sepeda tua yang sudah karatan, ada baiknya jangan dibuang dahulu. Anda dapat membangunnya kembali menjadi sebuah sepeda cantik yang baru. Beberapa web galeri menampilkan sepeda fixie bisa menjadi referensi anda seperti: http://www.myfixedgear.net/ atau http://charikichi.tumblr.com/ galeri wanita Jepang dengan sepeda fixienya.

Fixie pun siap ditunggangi. Komunitas fixie di Indonesia pun bermunculan, biasanya sering berkumpul di daerah Menteng (Jakarta Pusat) atau di Bundaran HI. Sepeda yang dulunya buruk rupa, kini telah berubah menjadi Cinderella yang cantik.

Frame yang sudah di dempul dan diberi cat dasar

Frame yang sudah di dempul dan diberi cat dasar

Part sepeda murah meriah yang dibeli di Tamansari

Part sepeda murah meriah yang dibeli di Tamansari


Sepeda fixie pun siap ditunggangi

Sepeda fixie pun siap ditunggangi

Sepeda fixie saya di depan Hotel Nikko

Sepeda fixie saya di depan Hotel Nikko



21 Responses to “Cinderella Jalanan”

  1.   iw_ Says:

    wah ini saya suka, menghidupkan kembali sepeda yg telah lama terabaikan, sama persis dengan apa yg baru saja saya lakukan. Tapi tidak saya buat fixie, maklum ortu juga ikut pake…
    Banyak sekali kesamaan kaya’nya, frame saya juga tidak diketahui merk nya, tapi kata bengkel nya itu frame bagus. Saya cat putih juga, sekarang baru dalam proses desain logo sticker..

  2.   Fredy Susanto Says:

    @ Iw: Iya, bersepeda tidak perlu membeli yang baru dengan harga mahal, kita bisa mendaur ulang sepeda lama sesuai anggaran, wah kalau sudah jadi lihat dunk, jadi penasaran.

  3.   reza imran Says:

    welcome to the fixie world mas…sepedanya KERENNNN!!
    saya juga baru jatuh cinta sama sepeda satu ini.
    karena ga diberkahi keberuntungan kayak mas, yang dapet warisan frame balap terpaksa cari bahan sepeda balap chromoly.

    akhirnya dapat juga colgano generic..hehehe

    tapi mas sekedar meluruskan, sepeda fixie agak beda dengan single speed. sebenarnya pengertian fixie yang mas berikan sudah benar. sangat benar malah. tapi hanya kurang pas dengan penggunaan pada rem torpedo. karena pengertian fixie adalah sepeda dengan fixed gear,bukan hanya single speed tapi benar-benar fixed. jadi perlu ditambahkan pedal tidak boleh coasting. kalo bisa coasting berarti sepeda itu bukan fixie.

    mohon dipahami fixie BOLEH PAKE REM (bahkan mau depan belakangpun ga papa), selain rem torpedo, karena pedal masih coasting kalo kita pake torpedo.

    jadi selama ini masih ada kebingungan antara single speed dan fixed gear. single speed belum tentu fixed gear, tapi kalo fixed gear pasti single speed.

    sama hub flip flop yang saya tau bukan doltrap dan torpedo, tapi doltrap dan freewheel(bisa coasting).tapi ga tau mas kalo ada yang mengawinkan torpedo dan fixed gear…my bad kalo emang ada :-)

    maaf tanpa maksud sok tau, ini aja saya tau dari jagoan-jagoan fixie saya mah masih newbie…..hehehehe

    tapi mas FIXIE NYA TOP ABISSS…kerennn

  4.   Fredy Susanto Says:

    Thanks Reza buat koreksinya, awalnya saya mo pake doltrap berhubung belum biasa jadi masih torpedo, flip-flop emang paduan doltrap dan freewheel. Saya juga masih newbie, harap maklum ya..

  5.   erik Says:

    wah di jakarta juga gi ngetop sepeda fixie ya gan…sama dong ni anak2 arsitektur UGM Yogyakarta juga lagi demam fixie nih…halaman kampus dihiasi fixie2 yang beraneka warna…saya sendiri mengambil tema war machine buat fixie saya dengan balutan chrome di semua partnya..hehehhe

  6.   Firman Firdaus Says:

    Tuh, denger Fred, bukan Fixie :P

  7.   renza Says:

    mas fredy saya ada rencana mau membangun sepeda fixie tapi saya masih new kalo saya boleh tau mas fredy beli spare partnya dimana ya mas kalo di daerah jakarta selatan… saya juga pengen ikut komunitasnya mas biar bisa update info2 tentang sepeda fixie… boleh saya minta contactnya mas fredy?
    ini email/ym saya mas renzarovi@yahoo.com
    thx before…..

  8.   Baskoro Says:

    Saya kebetulan lagi bangun fixie, mau tanya aja toko beli part ya di tamansari toko apa ya? thx b4

    nice bike..

  9.   qbal Says:

    numpang nanya mas, kalo torpedo ama doltrap tu bedanya cuman pada gearnya aja kan, kalo hubnya tetep sama aja kan ya? ni mau bikin fixie jg n udah ada hub torpedo jd tinggal ganti yang cog aja kan? makasih. masih newbie n tinggal di pedalaman sumatera yg minim part sepeda. mohon pencerahannya. makasih…

  10.   Gerald Says:

    Mas saya mau tanya, apakah fixie harus sepeda dengan ukuran ban 26″ saya ada sepeda bekas di rumah tapi ukuran ban 24″ apakah mungkin di jadikan fixie? kalau mungkin adakah pelek ukuran 24″ untuk sepeda balab?

    Thx mas tolong bantuannya

    Apapun sepedanya yg penting Gowes-nya
    Salam sepeda ting…ting…. :)

  11.   Fredy Susanto Says:

    @Renza: Maaf saya baru sempat balas sekarang, hmm kalo di Jakarta Selatan saya kurang begitu tahu, tapi setahu saya jika ingin mencari harga miringbisa melihat di daerah Pasar Kebayoran Lama, tapi saya juga kurang prefer karena barang2 yang dijual disana kebanyakan barang bekas yang kualitasnya belum tentu baik, mungkin mas Renza bisa mencarinya di Tamansari (Jakarta Barat) karena lebih lengkap.

    @Baskoro: Jika anda dari arah Pasarbaru, toko itu di sebelah kiri paling ujung. Masih tidak jauh dari perempatan Tamansari-Pasarbaru kok. Namanya Toko Ko Ung.

    @Qbal: Iya, prinsipnya doltrap bisa digowes mundur, namun torpedo tidak.

    @Gerald: sebenarnya tidak perlu ukuran ban 700 (balap), ban 26 atau 24 juga bisa, malah beberapa sepeda lipat seperti Dahon Uno kini ada yang dimodifikasi menjadi fixie, Prinsipnya karena ban balap (700) lebih terlihat cantik dan ciamik karena bentuknya yang tipis dan peleknya yang dalam. Namun dalam membuat sepeda fixie sebaiknya memakai rantai yang kuat, karena selain doltrap, rantai juga penting dalam mengerem sepeda fixie, jangan membeli rantai yang mudah putus.

  12.   adnan Says:

    kalo di jokja beli gear nya di mana ya?
    kisaran harganya berapa?

  13.   roda Says:

    @Adnan>coba email aj ke: rockrosyid@gmail.com
    smoga bsa membantu

  14.   Nugroh Says:

    mas saya nugroho dari pekalongan.
    kalau fixie dsini blom ada bengkelnya.
    cara untuk merakit sendiri gmn mas?

    trima kasih..

  15.   Fredy Susanto Says:

    Mas Nugroho, sepeda fixie itu simple dan mudah untuk dirakit. Karena pada dasarnya hanya single speed. Sama seperti sepeda-sepeda jaman dulu. Jika mas Nugroho tidak berpengalaman dalam merakit sepeda ada baiknya diserahkan kepada bengkel sepeda. Karena bagaimanapun juga tetap harus membutuhkan sentuhan yang lebih berpengalaman agar sepeda yang dirakit aman.

    Saya sendiri untuk masalah merakit-rakit sepeda lebih suka menyerahkannya pada bengkel sepeda yang berpengalaman, demi keamanan kenapa tidak?

  16.   raka Says:

    itu beli framenya berapa?

  17.   Fredy Susanto Says:

    @Raka: Framenya dari roadbike bekas. Nemu di gudang rumah saya.

  18.   Elle Says:

    Mas, numpang nanya euy. klo ban 26″ full colour adaa yg jual ga yah d jakarta..

    trims banget..

  19.   Fredy Susanto Says:

    @ Elle: ban 26″ colourfull aku jarang liaht di di toko-toko sepeda Jakarta, biasanya kalau ada warna cuma strip di samping, tidak colorfull. Tapi kalau ukuran 700 (sepeda fixie atau balap) bannya sekarang banyak yang warna-warni, di Tamansari ada yang jual.

  20.   Joan Aviantara Says:

    Mas,nama bengkel tempat ngerakitnya apa ?
    Posisi persis dan namanya apa ?
    Trims.

  21.   Fredy Susanto Says:

    @ Joan, nama bengkelnya Bengkel Mas Dul, di jalan asirot, Kebayoran Lama. Nomor teleponnya 021 94329208.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>